Serapan APBD 2025 Capai 94 Persen, Wabub Gamalis : Pemkab Berau Perkuat Ekonomi Rakyat dan Investasi
POSKOTAKALTIMNEWS, BERAU : Di tengah tantangan ekonomi dan tuntutan peningkatan kesejahteraan masyarakat, Pemerintah Kabupaten Berau menutup tahun anggaran 2025 dengan capaian yang cukup mencolok, realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) berhasil menembus angka 94 persen.
Bahkan angka tersebut
bukan sekadar statistik, wujud kerja keras upaya serius dalam menjaga ritme
pembangunan, mendorong ekonomi kerakyatan, hingga memperkuat daya saing
investasi di daerah. Capaian ini disampaikan Wakil Bupati Berau, Gamalis, saat
membacakan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Berau dalam
rapat paripurna DPRD Kabupaten Berau, Selasa (31/3/2026), di ruang rapat
gabungan Sekretariat DPRD Berau, Jalan Gatot Subroto Kelurahan Sei Bedungun.
Di hadapan para
anggota Dewan, Gamalis menegaskan bahwa LKPJ bukan hanya kewajiban
administratif, tetapi menjadi cermin utuh kinerja pemerintah daerah selama satu
tahun anggaran berjalan.
“Kami pastikan
bahwasanya keberadaan LKPJ ini bukan semata kewajiban kepala daerah untuk
disampaikan kepada DPRD tapi sebagai bentuk laporan atas program yang telah
dijalankan selama satu tahun,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu
Gamalis juga menyampaikan bahwa laporan tersebut merangkum pelaksanaan berbagai
program strategis yang telah dirancang dalam Rencana Pembangunan Jangka
Menengah Daerah (RPJMD) 2021–2026—dokumen yang menjadi arah utama pembangunan
Berau dalam lima tahun terakhir.
Dalam paparannya,
Pemkab Berau menegaskan bahwa pembangunan daerah tidak hanya berorientasi pada
angka pertumbuhan, tetapi juga pada pemerataan manfaat bagi masyarakat. Fokus
pembangunan diarahkan pada penguatan ekonomi kerakyatan yang berdaya saing, peningkatan
Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), serta penciptaan iklim investasi yang
lebih kompetitif.
“Kami tegaskan
pengembangan ekonomi kerakyatan yang berdaya saing dan peningkatan investasi
menjadi prioritas utama daerah,” jelas Gamalis.
Langkah ini dinilai
penting, terutama untuk memperluas kesempatan kerja dan menjaga stabilitas
ekonomi daerah di tengah dinamika global maupun nasional. Tak hanya itu,
strategi pembangunan juga diklaim sejalan dengan visi kepala daerah untuk
mewujudkan Berau yang unggul, sejahtera, dan berdaya saing. Pendekatan yang
digunakan mencakup peningkatan kualitas sumber daya manusia, optimalisasi
pengelolaan sumber daya alam, serta penguatan sektor ekonomi kreatif.
Dari sisi keuangan,
realisasi APBD 2025 mencapai Rp5,07 triliun dari total anggaran Rp5,36 triliun.
Capaian ini menunjukkan tingkat penyerapan anggaran yang relatif tinggi. Namun,
Pemkab Berau menegaskan bahwa keberhasilan tidak semata diukur dari besarnya
serapan anggaran, melainkan dari dampak nyata yang dirasakan masyarakat.
Anggaran tersebut
diarahkan untuk menjawab berbagai persoalan utama daerah, mulai dari
penanggulangan kemiskinan, perluasan lapangan kerja, hingga peningkatan
kualitas pelayanan publik.
“Capaian ini
menunjukkan bahwa pengelolaan keuangan daerah berjalan cukup baik, dengan tetap
berfokus pada program prioritas serta penanganan isu strategis,” ungkapnya.
Dalam kesempatan itu,
Gamalis juga menyoroti pentingnya kerja sama lintas perangkat daerah. Ia
memberikan apresiasi kepada seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) yang
dinilai telah bekerja keras dan menjaga soliditas, sehingga penyusunan LKPJ
dapat diselesaikan tepat waktu.
“Kami memberikan
apresiasi kepada seluruh SKPD di Kabupaten Berau yang telah bekerja keras,
sehingga LKPJ ini dapat disampaikan tepat waktu kepada DPRD Berau,” katanya.
Menurutnya, capaian
kinerja pemerintah daerah tidak lepas dari sinergi antar instansi dalam
menjalankan program-program pembangunan. Meski mencatatkan capaian positif,
Pemkab Berau tetap membuka ruang evaluasi.
LKPJ yang disampaikan
menjadi bahan bagi DPRD untuk memberikan catatan, kritik, maupun rekomendasi
terhadap jalannya pemerintahan. Harapannya, masukan dari legislatif dapat
menjadi pijakan untuk memperbaiki dan meningkatkan kinerja pemerintah daerah di
masa mendatang.
“Kami harapkan DPRD dapat memberikan masukan konstruktif demi peningkatan kinerja pemerintahan daerah ke depan,” pungkasnya.
Dengan capaian
serapan anggaran yang tinggi dan fokus pada ekonomi kerakyatan, Pemkab Berau
kini dihadapkan pada tantangan berikutnya: memastikan bahwa setiap rupiah yang
dibelanjakan benar-benar menghadirkan dampak nyata bagi kesejahteraan
masyarakat. (sep/FN)